Profil Muhammad Toha

Profil Muhammad Toha, Lahir di Cianjur pada tanggal 22 Oktober 1975. Anak ke-3 dari 7 bersaudara dari pasangan Bapak Drs. R.H.D. Nasruddin dan Ibu R. Siti Maemunah. Bertekad meneruskan perjuangan pendahulunya R.H. Abdullah bin Nuh, Ulama kharismatik, Pejuang Kemerdekaan sekaligus Politisi Partai Masyumi yang menjadi satu-satunya anggota Parlemen Konstituante asal Cianjur pada era Orde Lama.

Suami dari Ika Rustika Zainah, S.PdI. (Kepala Sekolah RA Persis Cianjur) Ayah dari dua orang putri bernama Futy Adzkiyah Nur Sya'bani dan Khansa' Thufailah Zalfa.

Kang Toha begitu panggilan akrabnya, dahulu dipanggil Dadang Toto oleh teman-teman sepermainannya waktu kecil di Kaum Tengah - Cianjur, senantiasa berjuang meneruskan amanah R. Muhammad Nuh bin Idris (Ayah dari R.H. Abdullah bin Nuh) dalam bidang pendidikan bagi kaum yang kurang mampu salah satunya dengan menjadi Pengurus YPI Al-I'anah Cianjur, lembaga pendidikan Islam pertama yang ada di Cianjur yang juga dirintis oleh sang Kakek dari Ayah yaitu R.N. Abubakar (Ketua Yayasan Perguruan Islam Al-I'anah Pertama).

Nasab dari Ayah dan Ibu, juga mempunyai garis kekerabatan dengan Ulama-ulama dan Pengurus Nahdhatul Ulama (NU) di Cianjur. R.A. Abdussalam (Kakek dari Ibu) merintis Yayasan Pendidikan Islam Al-Ma'un di Cikidang Bayabang - Mande, merupakan anak dari R.H. Sanusi, Ulama dan Sesepuh Persatuan Umat Islam (PUI) juga sebagai Pendiri Yayasan dan Pondok Pesantren Ashabul Yamin Pabuaran - Cianjur. Keluarga dari Isteri merupakan keturunan dari H. Ahmad Junaedi yang merupakan Ulama, Pimpinan Pondok Pesantren dan Pengurus Cabang Persatuan Islam (PERSIS) di Cianjur. Budaya Organisasi Islam di keluarga sudah menjadi bagian dari kehidupannya, sehingga sangat memahami dan menjunjung tinggi nilai-nilai dari keberagaman organisasi-organisasi Islam dan berusaha menyatukan kembali kekuatan-kekuatan ummat tersebut dalam bingkai Ukhuwah Islamiyah dalam Syari'at Islam.

Ayah Muhammad Toha, R.H.D. Nasruddin adalah seorang guru di SMP Islam Al-I'anah Cianjur (dahulu SMI Al-I'anah) dan lingkungan keluarga besar pengajar/guru memberikan inspirasi baginya untuk meniti karir menjadi seorang pengajar/guru sesuai dengan latar belakang pendidikan di bidang ilmu Bahasa Arab yang diperoleh dari IAIN Sunan Gunung Djati, yang sampai saat ini masih digeluti sebagai profesi disamping berpolitik dengan menjadi pengajar di beberapa sekolah yang juga dikelolanya. Sejak di bangku kuliah aktif dalam berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus, diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Jiwa aktifisnya tak mampu dibendung saat menjadi Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Cianjur (HIMAT) dengan menjadi motor pergerakan mahasiswa di Cianjur menjatuhkan rezim Orde Baru pada masa Reformasi tahun 1998, sehingga sempat menjadi target pengawasan oleh intelejen pada waktu itu.

Bergabung untuk berjuang bersama Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai penerus perjuangan Masyumi, walaupun banyak orang yang meragukan, mencibir dan meremehkan pada awalnya. Namun tidak sedikit pula kalangan yang menilai positif akan kualitas, idealisme dan karakternya dengan tak segan-segan mengajak untuk pindah haluan kepada politisi termuda di DPRD Kabupaten Cianjur sampai saat ini. Menjadi salah satu perumus terbitnya Peraturan Daerah "GERBANG MARHAMAH" yang berisi tentang penerapan nilai-nilai Syari'at Islam yang dicetuskan oleh Bupati Cianjur waktu itu Ir. Wasidi Swastomo, MSi. dan senantiasa mengawal aspirasi-aspirasi masyarakat Cianjur dari luar parlemen melaui Forum Perencanaan Pembangunan Cianjur, semua itu demi kemaslahatan Ummat.

Pendidikan Formal :
* TK Al-I'anah Cianjur (1980-1981)
* MI (SD) Al-I'anah Cianjur (1981-1987)
* SMP Islam Al-I'anah Cianjur (1987-1990)
* SMA Negeri 1 Cianjur (1990-1993)
* IAIN Sunan Gunung Djati Bandung (1993-1997)

Pendidikan Non Formal :

* Madrasah Diniyah Al-I'anah Cianjur
* Pesantren Kilat Al-Hikmah Warujajar-Cianjur
* Pondok Pesantren Tanwiriyyah Sindanglaka-Cianjur
* Majlis Ta'lim/Ponpes At-Taqwa Cikidang-Cianjur

Pengalaman Organisasi :
* Sekertaris Umum Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung
* Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) IAIN Sunan Gunung Djati Bandung
* Ketua Umum Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Cianjur (HIMAT)
* Ketua III PD Gerakan Pemuda Islam (GPI)

Jabatan Saat ini :
* Ketua Umum DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kab. Cianjur (2009-Sekarang)
* Ketua Fraksi Partai Bulan Bintang (F-PBB) DPRD Kab. Cianjur (2009-Sekarang
* Komisi I DPRD Kab. Cianjur (2009-Sekarang)
* Sekertaris Yayasan Peguruan Islam Al-I'anah Cianjur
* Pengurus Yayasan Ashabul Yamin Cianjur
* Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Al-Mu'awanah Cianjur
* Ketua Forum Perencanaan Pembangunan Cianjur (FP2C) (2006-Sekarang)
* Ketua II PD Persatuan Umat Islam (PUI) (2003-Sekarang)
* Ketua Umum PD Pemuda Persatuan Umat Islam (PPUI) (2003-Sekarang)
* Presidium KAHMI Kab. Cianjur (2006-Sekarang)
* Ketua III KONI Kab. Cianjur (2006-Sekarang)
* Ketua PENGCAB PBSI (Bulutangkis) Kab. Cianjur (2008-Sekarang)

Source: Facebook Kang Toha

Baca selengkapnya:
Profil U Awaludin, S.Ag., MH.
08:49 | 0 komentar | Read More

Profil U. Awaludin, S.Ag, MH

Tentang Profil U. Awaludin, S.Ag., MH.
Panggilan   :Kang Awal
Lahir           :Cianjur, 8 Agustus 1977
Isteri           : Faoziyah Awaludin
Alamat        : Cianjur, BTN Gadung Permai A-16 RT 01/16 Desa Bojong
                       Kecamatan Karangtengah Cianjur, Indonesia 43281
Facebook    : facebook.com/awaludin.cianjur
Web             : http://awalgadungpermai.wordpress.com/
Political Views   : Demokrasi & Religius
Religious Views : Islam moderate


Sekilas Tentang U. Awaludin, S.Ag., MH
Saya lahir di kampung Munjul RT 03/04 Desa Sindanglaka Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur Propinsi Jawa Barat-Indonesia. Saya hidup bahagia bersama kedua orangtua dan saudara-saudara sepupu serta beberapa tetangga yang ada di lingkungan kampung. Jenjang pendidikan formal saya dimulai dari SDN Sindanglaka-SMPN 2 karangtengah-MAN Cianjur-IAIN SGD Bandung (S1) dan Universitas Suryakancana Cianjur (S2). Dalam mengarungi dunia pendidikan berbagai kendala menyelimuti dari masalah finansial sampai masalah fisikal. Walau kendala senantiasa ada, namun akhirnya dapat teratasi dan diselesaikan dengan baik. Setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah, saya sempat menjadi guru di MTs. Mathiyyatul Ulum Cibalagung Kabupaten Cianjur, MA Teladan Ciranjang, SMA Al-I'anah. Selang 4 tahun setelah mengajar saya terjun ke dunia politik dengan memasuki lembaga pengelola politik lokal yaitu KPU Kabupaten Cianjur sejak tahun 2003 sampai sekarang. Di sela-sela aktivitas sebagai anggota KPU Kabupaten Cianjur, bersama-sama rekan seprofesi saya menulis buku berjudul "Dinamika Pemilu Legislatif 2004" dan " Potret Cianjur dalam Pilkada 2006". Saat ini pun saya sedang merancang sebuah buku bertajuk "Dari Politisi lokal menuju politisi dunia".

Aktivitas intra dan ekstra kulikuler di sekolah/ perguruan tinggi yang pernah dijalani dapat disebutkan antara lain:
  • Ketua Murid di SDN Sindanglaka sejak kelas I-VI tahun 1984/1989.
  • Ketua Seksi Rohani di OSIS SMPN 2 Karangtengah Cianjur tahun 1991/1992
  • Ketua OSIS MAN Cianjur pada tahun 1994/1995
  • Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (HIMAT) Koordinator IAIN SGD Bandung tahun 1989/1999
  • Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (HIMAT) Pusat tahun 1999/2001
  • Ketua Bidang PTKP HMI Komisariat Tarbiyah IAIN SGD Bandung tahun 1997/1998
  • Ketua Bidang PA HMI Cabang Soreang tahun 1998/1999
  • Sekretaris Jenderal Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) IAIN SGD Bandung tahun 2000/2001.

Employers:
  • KPU Kabupaten CianjurJune 2003 to present
  • Anggota Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu
  • Cianjur

Adress :
KPU Kabupaten Cianjur yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No. 28B Cianjur merupakan penyelenggara Pemilu di tingkat Kabupaten Cianjur dan secara hierarkis berada di bawah KPU Propinsi Jawa Barat dan KPU Nasional. KPU Kabupaten Cianjur berdiri sejak tahun 2003, payung hukumnya UU 12 Tahun 2003. Saat ini payung hukum KPU secara nasional berada di bawah UU 22 Tahun 2007. Keanggotaan KPU Kabupaten Cianjur diisi dari masyarakat independen yang dipilih sesuai Undang-Undang. Sejak tahhun 2003 telah ada 2 (dua) kali pengangkatan anggota KPU Kabupaten Cianjur. pada 2 kali pengangkatan tersebut saya terpilih kembali untuk menduduki kursi komisioner untuk 5 tahun ke depan (2008-2013). KPU Kabupaten Cianjur telah melakukan beberapa kali Pemilu dan Pilkada yaitu; Pemilu Legislatif 2004, Pilpres 2004, Pilkada Cianjur 2006, Pilgub Jabar 2008. Sedangkan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009.
Web : http://kpud-cianjurkab.go.id

Baca selengkapnya:
10:12 | 0 komentar | Read More

Sejarah Babad Cianjur

Sejarah Babad Cianjur, Sahabat ... bagi sahabat yang ingin tahu tentang Sejarah Babad Cianjur, kebetulan saya punya Buku tentang sejarah Babad Cianjur dalam file MsWord dalam Bahasa Sunda. Adapun isi dari buku ini adalah tentang:


Sejarah Babad Cianjur pada zaman dahulu:

BAB I Sejarah Babad Cianjur pada Zaman Pajajaran

BAB II Sejarah Babad Cianjur Pada Masa Wira Tanu:
Raden Aria Wangsa Goparana
Raden Aria Wira Tanu I
Raden Aria Wira Tanu II
Raden Aria Wira Tanu III
Raden Adipati Wira Tanu Datar IV
Raden Adipati Wira Tanu Datar V
Raden Adipati Wira Tanu Datar VI
Raden Aria Adipati Suria Nata Kusumah
Raden Adipati Wira Tanu Datar VIII
Raden Aria Adipati Prawiradireja I
Raden Tumenggung Wiranagara
Raden Aria Adipati Kusumahningrat
Raden Aria Adipati Prawiradireja II
Raden Aria Adipati Suriadiningrat
Raden Aria Adipati Suria Nata Atmadja

BAB III Cianjur Hari Ini

Tambahan

Silsilah Runtuyan Dalem Aria Wira Tanu
Rengrengan para Bupati Cianjur
Rengrengan Pangurus Yayasan Wargi Cianjur
Daftar Pustaka 
 
23:53 | 6 komentar | Read More

Arti Lambang Kabupaten Cianjur

Arti Lambang Kabupaten Cianjur yaitu:
  1. Perisai, melambangkan ketangguhan fisik dan mental.
  2. Warna dasar kuning emas, melambangkan kehidupan yang abadi.
  3. Gunung berwarna hijau, melambangkan kesuburan.
  4. Hamparan warna biru, menunjukkan air yang melambangkan kesetiaan dan ketaatan.
  5. Dua tangkai padi bersilang berwarna, masing - masing berbutir 17 melambangkan ketentraman dan dinamika kehidupan masyarakat yang dijiwai semangat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
  6. Simpul pita berwarna kuning emas, melambangkan sifat persatuan dan kesatuan.
  7. Motto Sugih Mukti, melambangkan kesejahteraan
Baca Selengkapnya: 
Lambang Kabupaten Cianjur

    10:20 | 0 komentar | Read More

    Visi dan Misi Kabupaten Cianjur

    Visi dan Misi Kabupaten Cianjur, tantangan berat yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Cianjur untuk meningkatkan kemakmuran masyarakatnya disebabkan karena masih tingginya laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Cianjur.Dengan Laju Pertumbuhan Penduduk ( LPP ) sebesar 1,96 % per tahun pada tahun 2005, maka berbagai masalah sosial misalnya pengangguran dan kemiskinan akan lebih sulit diatasi. Masalah yang menghambat upaya peningkatan kesehatan penduduk Kabupaten Cianjur terutama berkaitan dengan munculnya penyakit-penyakit berbasis lingkungan juga akan sulit diatasi, disamping persoalan tidak tekendalinya eksploitasi sumber daya alam yang juga dihadapi.

    Kehendak kuat untuk memperbaiki kondisi tersebut merupakan driving forse yang akan menggerakan Kabupaten Cianjur untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang lebih tinggi. Ukuran kemakmuran yang digunakan dalam upaya meraih cita-cita ini adalah peningkatan Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ). Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Cianjur periode 2006-2011 mengarahkan upaya pembangunan pada akselerasi pencapaian IPM tersebut dengan visi dan misi sebagai berikut :

    VISI

    CIANJUR LEBIH CERDAS, SEHAT, SEJAHTERA DANBERAKHLAQUL KARIMAH.

    MISI

    Pernyataan misi pembangunan jangka menengah Tahun 2006-2011 :

    * Meningkatkan akses terhadap pendidikan yang bermutu.
    * Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
    * Meningkatkan pembangunan ekonomi yang berbasis potensi lokal.
    * Meningkatkan pembinaan akhlaqul karimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Misi ini ditetapkan untuk menyelesaikan persoalan bagaimana agar IPM Kabupaten Cianjur dapat terus meningkat secara signifikan sampai akhir periode jangka menengah 2006-2011. Dengan memahami kondisi Kabupaten Cianjur saat ini, maka misi yang dipikul dalam rangka mencapai Visi berkaitan erat dengan butir-butir dalam pernyataan misi di atas.

    MISI KE SATU :

    MENINGKATKAN AKSES TERHADAP PENDIDIKAN YANG BERMUTU

    Akses terhadap pendidikan yang bermutu akan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Cianjur guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi yang pada gilirannya akan meningkatkan mutu hidup masyarakat Kabupaten Cianjur itu sendiri.

    Adapun sasaran yang hendak dicapai adalah :
    • Meningkatkan Rata-Rata Lama Sekolah ( RLS ) dari 6.42 pada tahun 2005 menjadi minimal 9 pada tahun 2011 (naik 2,58 point).
    • Meningkatkan Angka Melek Hurup ( AMH ) dari 97,55 pada tahun 2005 menjadi 99,96 pada tahun 2011.
    • Meningkatnya kualitas pendidikan yang berakhlakulkarimah.
    • Berkembangnya seni budaya daerah yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

    MISI KE DUA :

    MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT

    Kondisi kesehatan akan mempengaruhi kesiapan msyarakat untuk melakukan aktifitasnya sehari-hari dalam rangka memperoleh penghidupan yang lebih baik.

    Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :
    • Belum optimalnya pembinaan pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat.
    • Rendahnya derajat kesehatan lingkungan.
    • Rendahnya kualitas dan keterjangkauan, serta kurang meratanya pelayanan kesehatan.
    Sasaran yang hendak dicapai :
    • Meningkatnya Usia Harapan Hidup ( UHH ) dari 65.33 tahun 2005 menjadi 67,50 pada tahun 2011.
    • Menurunnya Angka Kematian Bayi ( AKB ) dari 52,40 per seribu kelahiran pada tahun 2005 menjadi 48,00 per seribu kelahiran pada tahun 2011.
    • Menurunnya Angka Kematian Ibu Melahirkan dari 362 per 100.000 ibu melahirkan pada tahunn 2005 menjadi 355 per 100.000 ibu melahirkan pada tahun 2011.
    • Menurunnya prevalens Giji Kurang pada anak dari 1,3 pada tahun 2005 menjadi 1,0 pada tahun 2011.
    • Menurunnya Angka kelahiran dari 2,45 pada tahun 2005 menjadi 2,20 pada tahun 2011.
    MISI KE TIGA :

    MENINGKATKAN PEMBANGUNAN EKONOMI YANG BERBASIS POTENSI LOKAL

    Tingginya angka penduduk miskin dan angka pengangguran, degradasi Sumber Daya Alam, serta persaingan ekonomi regional-global merupakan suatu tantangan strategis yang harus dihadapi dalam rangka meningkatkan perekonomian daerah. Pemecahan yang paling dapat mengakomodasi semua permasalahan tersebut adalah melalui perluasan kapasitas fiskal daerah dan perluasan basis produktif sektor ekonomi rakyat.

    Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :
    • Kurangnya pengembangan potensi lokal perwilayah pembangunan.
    • Kurangnya lapangan kerja.
    • Kurangnya pemberdayaan koperasi dan usaha kecil menengah.
    Sasaran yang hendak dicapai :
    • Meningkatnya Laju Pertumbuhan Ekonomi ( LPE ) dari 3,82 persen pada tahun 2005 diestimasikan menjadi 4,66 persen pada tahun 2011.
    • Lebih baiknya pemerataan pendapatan, yang ditunjukan dengan Gini Ratio pada tahun 2005 sebesar 0,192 diestimasikan mengalami kenaikan pada tahun 2011.


    MISI KE EMPAT :

    MENINGKATKAN PEMBINAAN AHKLAQUL KARIMAH DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT, BERBANGSA DAN BERNEGARA.

    Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara warga Cianjur yang dikenal religius merupakan modal dasar dalam menyukseskan pembangunan manusia. Pembinaan akhlak menuju akhlakulkarimah bagi seluruh pelaku pembangunan Kabupaten Cianjur menjadi suatu keharusa yang tidak bisa diabaikan untuk mengisi kehausan dan kehampaan spiritual yang umumnya menyertai pesatnya kemajuan pembangunan masyarakat suatu daerah.

    Permasalahan yang ada pada masa periode 2001-2005 adalah :
    • Belum berkembangnya keterpaduan pendidikan fomal, non formal dan informasi yang dilandasi nilai-nilai ahklakulkarimah.
    • Belum meratanya dukungan terhadap lembaga-lembaga keagamaan.
    • Belum berkembangnya aplikasi nilai-nilai ahklakulkarimah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara.
    Sasaran yang hendak dicapai :
    • Meningkatnya pembinaan kerukunan antar umat seagama, antar umat beragama dan antara umat beragama dan pemerintah (tri kerukunan).
    • Meningkatnya kesalehan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
    Baca Selengkapnya:
      10:10 | 0 komentar | Read More

      Hari Jadi Kabupaten Cianjur

      Hari Jadi Kabupaten Cianjur berawal dari tiga abad silam yang merupakan saat bersejarah bagi Cianjur. Hari Jadi Kabupaten Cianjur, berdasarkan sumber - sumber tertulis, sejak tahun 1614 daerah Gunung Gede dan Gunung Pangrango ada di bawah Kesultanan Mataram. Tersebutlah sekitar tanggal 12 Juli 1677, Raden Wiratanu putra R.A. Wangsa Goparana Dalem Sagara Herang mengemban tugas untuk mempertahankan daerah Cimapag dari kekuasaan kolonial Belanda yang mulai menanamkan kuku-kunya di tanah nusantara.Upaya Wiratanu untuk mempertahankan daerah ini juga erat kaitannya dengan desakan Belanda / VOC saat itu yang ingin mencoba menjalin kerjasama dengan Sultan Mataram Amangkurat I.

      Namun sikap patriotik Amangkurat I yang tidak mau bekerjasama dengan Belanda / VOC mengakibatkan ia harus rela meninggalkan keraton tanggal 12 Juli 1677. Kejadian ini memberi arti bahwa setelah itu Mataram terlepas dari wilayah kekuasaannya.

      Pada pertengahan abad ke 17 ada perpindahan rakyat dari Sagara Herang yang mencari tempat baru di pinggir sungai untuk bertani dan bermukim. Babakan atau kampoung mereka dinamakan menurut menurut nama sungai dimana pemukiman itu berada. Seiring dengan itu Raden Djajasasana putra Aria Wangsa Goparana dari Talaga keturunan Sunan Talaga, terpaksa meninggalkan Talaga karena masuk Agama Islam, sedangkan para Sunan Talaga waktu itu masih kuat memeluk agama Hindu.

      Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

      Aria Wangsa Goparana kemudian mendirikan Nagari Sagara Herang dan menyebarkan Agama Islam ke daerah sekitarnya. Sementara itu Cikundul yang sebelumnya hanyalah merupakan sub nagari menjadi Ibu Nagari tempat pemukiman rakyat Djajasasana. Beberapa tahun sebelum tahun 1680 sub nagari tempat Raden Djajasasana disebut Cianjur (Tsitsanjoer-Tjiandjoer).

      Dalem / Bupati Cianjur dari masa ke masa
      1. R.A. Wira Tanu I (1677-1691)
      2. R.A. Wira Tanu II (1691-1707)
      3. R.A. Wira Tanu III (1707-1727)
      4. R.A. Wira Tanu Datar IV (1927-1761)
      5. R.A. Wira Tanu Datar V (1761-1776)
      6. R.A. Wira Tanu Datar VI (1776-1813)
      7. R.A.A. Prawiradiredja I (1813-1833)
      8. R. Tumenggung Wiranagara (1833-1834)
      9. R.A.A. Kusumahningrat (Dalem Pancaniti) (1834-1862)
      10. R.A.A. Prawiradiredja II (1862-1910)
      11. R. Demang Nata Kusumah (1910-1912)
      12. R.A.A. Wiaratanatakusumah (1912-1920)
      13. R.A.A. Suriadiningrat (1920-1932)
      14. R. Sunarya (1932-1934)
      15. R.A.A. Suria Nata Atmadja (1934-1943)
      16. R. Adiwikarta (1943-1945)
      17. R. Yasin Partadiredja (1945-1945)
      18. R. Iyok Mohamad Sirodj (1945-1946)
      19. R. Abas Wilagasomantri (1946-1948)
      20. R. Ateng Sanusi Natawiyoga (1948-1950)
      21. R. Ahmad Suriadikusumah (1950-1952)
      22. R. Akhyad Penna (1952-1956)
      23. R. Holland Sukmadiningrat (1956-1957)
      24. R. Muryani Nataatmadja (1957-1959)
      25. R. Asep Adung Purawidjaja (1959-1966)
      26. Letkol R. Rakhmat (1966-1966)
      27. Letkol Sarmada (1966-1969)
      28. R. Gadjali Gandawidura (1969-1970)
      29. Drs. H. Ahmad Endang (1970-1978)
      30. Ir. H. Adjat Sudrajat Sudirahdja (1978-1983)
      31. Ir. H. Arifin Yoesoef (1983-1988)
      32. Drs. H. Eddi Soekardi (1988-1996)
      33. Drs. H. Harkat Handiamihardja (1996-2001)
      34. Ir. H. Wasidi Swastomo, Msi (2001-2006)
      35. Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, MM (2006-2011)

      Wakil Bupati Cianjur dari masa ke masa
      1. Drs. H.A. Zaenal Asyikin (1996 - 2001)
      2. H. Dadang Rachmat, S.E., M.Si (2001 - 2006)
      3. DR. H. Dadang Sufianto, Drs, M.M (2006 - 2011)

      Baca Selengkapnya:

      INGIN TAHU BAGAIMANA CIANJUR HARI INI DAN DAHULU KALA? SILAHKAN BACA DAN FAHAMI BUKU SEJARAH BABAD CIANJUR, ANDA AKAN LEBIH TAHU, CINTA DAN BANGGA SEBAGAI ORANG CIANJUR. ANDA DAPAT DOWNLOAD BUKUNYA:
      10:03 | 0 komentar | Read More

      Keadaan Penduduk Kabupaten Cianjur

      Pembangunan kependudukan merupakan langkah penting dalam mencapai pembanguna berkelanjutan. Upaya ini di selenggarakan melalui dua langkah pokok pengendalian kuantitas penduduk. Pengendalian kuantitas dilaksanakan melalui program Keluarga Berencana dan Kesehatan reproduksi, pengaturan mobiltas penduduk dan penyelenggaraan administrasi kependudukan.Sedangkan peningkatan kualitas penduduk dapat dilihat melalui pencapaian indek pembangunan manusia ( IPM ).

      A. Laju Pertumbuhan Penduduk
      Jumlah penduduk Kabupaten Cianjur tahun 1995 sebanyak 1.745.763 jiwa tahun 2000 sebanyak 1.922.106 jiwa, dan pada thun 2006 sebanyak 2.125.023 jiwa. Selama periode tahun 1995-2006 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur rata-rata sebesar 1,86% per tahun. Angka laju pertumbuhan penduduk berdasarkan data Susenas lebih tinggi bila dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk berdasarkan pencacahan sensus penduduk (SP) tahun 2000 sebesar 1,57% tahun 0,25persen dibanding laju pertumbuhan penduduk hasil sensus penduduk (SP) tahun 1990 yaitu sebesar 1,82%. Angka itu masih berada diatas laju pertumbuhan penduduk secara nasional yaitu 1,49%, namun masih dibawah rata-rata jawa barat pada periode 2004-2006 sebersar 2,09%.
      Dilihat dari setiap Kecamatan , angka laju pertumbuhan penduduknya sangat fluktuatif, dengan angka tertinggi derada diatas rata-rata kebupaten ditepati oleh kecamatan Karangtengah (3,72%), Mande (2,75%), Ciranjang (2,20%), Cugenang (1,96%), Bojongpicung (1,87%), dan Pacet (1,96%). Masih tinggiya angka laju pertumbuhan penduduk di kabupaten Cianjur selama periode tahun 1995-2005 ini antara lain disebabkan oleh masih belum terkendalinya angka kelahiran total ( Total Ferlity Rate / TFR). Idealnya laju pertumbuhan ini harus dapat ditekan sampai mendekati angka 1% atau bahkan kurang.Berdasarkan series tahun 1995-2005, pencacahan sensus diprediksikan untuk kurun waktu 2005-2015, perkiraan laju pertumbuhan penduduk Kabupten Cianjur rata-rata akan jatuh pada angka 1,62%-1,86%.

      B. Kepadatan Penduduk
      Kepadatan penduduk Kabupten Cianjur pada tahun 2005 sekitar 548,94 jiwa per km². laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Cianjur ini tidak merata, terlihat bahwa sekitar 63,90% penduduk Kabupaten Cianjur terkonsentrasi di bagian utara, 19,19% mendiami berbagai kecamatan dibagian tengah dan sisanya sebanyak 17,12% berada di berbagai Kecamatan di bagian selatan kabupaten Cianjur.
      Kepadatan penduduk di kecamatan-kecamatan wilayah utara jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah selatan dan tengah, dengan demikian pengembangan potensi ekonomi kecamatan-kecamatan di wilayah tengah dan selatan menghadapi kendala untuk dikembangkan, antara lain karena penduduknya masih jarang dan terpencar sehingga secara ekonomis pengembangan di wilayah tersebut kurang menguntunkan. Terjadinya kesenjangan penyebaran penduduk secara geografis dimungkinkan berklaitan erat dengan faktor daya tarik wilayah,terutama,dengan asfek ekonomi serta ketersediaan sarana tempat tinggal yang memadai. Beberapa Kecamatan yang memperlihatkan kepadatan penduduk cukup tinggi di wilayah Cianjur utara antara lain Kecamatan Cianjur (6.275,98 jiwa/km²), Karangtengah (3.073,68 jiwa/km²) , Kercamatan Ciranjang (2.276,76 jiwa/km²), Cipanas (1.834,47 jiwa/km²), Pacet (1.495,03 jiwa/km²), Sukaluyu (1.546,96 jiwa/km²), Cugenang (1.424,14 jiwa/km²), Cilaku (1.455,18 jiwa/km²), dan Warungdoyong ( 1.279,57 jiwa/km²). Sementara itu kecamatan yang mempunyai kepadatn penduduk geografis terkecil adalah kecamatan Naringul (180,75 jiwa/km²) dan kecamatan Agrabinta (184,40 jiwa/km²).Sedangkan berdasarkan hasil proyeksi pada tahun 2011 kepadatan penduduk tertinggi terdapat di kecamatan Karang Tengah dengan jumlah kepadatan penduduk sebesar 10.014jiwa/km². Sementara kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah pada tahun 2011 adalah kecamatan Cidaun dan Naringgul,masing-masing memiliki kepadatan penduduk sebesar 165 jiwa/km² dan 194 jiwa/km².
      09:56 | 0 komentar | Read More

      Biografi Kabupaten Cianjur

      Cianjur dikenal dan lekat dengan pameo ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan keagamaan. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah dimana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit ( berasal )dari tatar Cianjur. Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat.

      Luas wilayah Kabupaten Cianjur 350.148 km2 dengan jumlah penduduk pada tahun 2007 sebanyak 2.138.465 jiwa.

      Lapangan pekerjaan utama penduduk Kabupaten Cianjur di sektor pertanian yaitu sekitar 52,00 %. Sektor lainnya yang cukup banyak menyerap tenaga kerja adalah sektor perdagangan yaitu sekitar 23,00 %. Sektor pertanian merupakan penyumbang terbesar terhadap PDRB Kabupaten Cianjur yaitu sekitar 42,80 % disusul sektor perdagangan sekitar 24,62%.
      Secara administratif Pemerintah kabupaten Cianjur terbagi dalam 32 Kecamatan, dengan batas-batas administratif :
      1. Sebelah utara berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Purwakarta.
      2. Sebelah barat berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sukabumi.
      3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia.
      4. Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.
      Secara geografis , Kabupaten Cianjur dapat dibedakan dalam tiga wilayah pembangunan yakni wilayah utara, tengah dan wilayah selatan.

      1. Wilayah Utara
      Meliputi 16 Kecamatan : Cianjur, Cilaku, Warungkondang,Gekbrong, Cibeber, Karangtengah, Sukaluyu, Ciranjang, Bojongpicung, Mande, Cikalongkulon, Cugenang , Sukaresmi, Cipanas, Pacet dan Haurwangi.

      2. Wilayah Tengah
      Meliputi 9 Kecamatan : Sukanagara, Takokak, Campaka, Campaka Mulya, Tanggeung, Pagelaran, Leles, Cijati dan Kadupandak.

      3. Wilayah Selatan
      Meliputi 7 Kecamatan : Cibinong, Agrabinta, Sindangbarang, Cidaun , Naringgul, Cikadu dan Pasirkuda.

      Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. Di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

      Sebagai daerah agraris yang pembangunananya bertumpu pada sektor pertanian, kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah swa-sembada padi. Produksi padi pertahun sekitar 625.000 ton dan dari jumlah sebesar itu telah dikurangi kebutuhan konsumsi lokal dan benih, masih memperoleh surplus padi sekitar 40 %. Produksi pertanian padi terdapat hampir di seluruh wilayah Cianjur.

      Kecuali di Kecamatan Pacet dan Sukanagara. Di kedua Kecamatan ini, didominasi oleh tanaman sayuran dan tanaman hias. Dari wilayah ini pula setiap hari belasan ton sayur mayur dipasok ke Jabotabek.

      Pengembangan usaha perikanan air tawar dan laut di Kabupaten Cianjur cukup potensial. Baik untuk usaha berskala kecil maupun besar. Beberapa faktor pendukungnya adalah : jumlah penduduk yang relatif besar serta tersedianya lahan budi daya ikan air tawar dan ikan laut. Usaha pertambakan ikan dan penagkapan ikan laut memiliki peluang besar di wilayah Cianjur selatan, khususnya di sepanjang pantai Cidaun hingga Agrabinta. Di wilayah ini, mulai dirintis dan di kembangkan pertambakan budi daya udang. Sedangkan budi daya ikan tawar terbuka luas di cianjur utara dan cianjur tengah. Di wilayah ini terdapat budi daya ikan hias, pembenihan ikan, mina padi, kolam air deras dan keramba serta usaha jaring terapung di danau Cirata, yang sekaligus merupakan salah satu obyek wisata yang mulai berkembang.

      Sementara itu , potensi perkebunan di Kabupaten Cianjur cukup besar dimana sekitar 19,4 % dari seluruh luas merupakan areal perkebunan . Selama in dikelola oleh Perkebunan Besar Negara (PBN) seluas 10.709 hektar, Perkebunan Besar Swasta (PBS) sekitar 20.174 hektar dan Perkebunan Rakyat (PR) seluas 37.167 hektar. Peningkatan produksi perkebunan, terutama komoditi teh cukup baik. Produktivitas teh rakyat mampu mencapai antara 1.400 - 1.500 kg teh kering per hektar. Sedangkan yang di kelola oleh perkebunan besar rata-rata mencapai di atas 2.000 kg per hektar.
      sumber: situs resmi kab.cianjur
      09:25 | 0 komentar | Read More

      Profil Bupati Cianjur 2006-2011

      Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM, lahir di Cianjur tanggal 3 Pebruari 1953, terpilih sebagai Bupati Cianjur dalam pilkada langsung Tahun 2006. Sampai saat ini dikaruniai empat orang anak dari istrinya yang bernama Hj.Yana Rosdiana, SH.. Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM yang beralamat di Jl.Didi Prawira No.01 RT/RW : 003/015 Kel.Solokpandan Cianjur diangkat menjadi bupati Cianjur untuk periode 2006-2011.

      Dedikasinya yang cukup tinggi telah mengatarkan Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM dalam menduduki jabatan dalam kepemerintahan sebagai:
      1. Mantri Polisi Kec.Cikalongkulon 1980-1982
      2.  Pemeriksa Ekonomi dan Kesra 1986-1987
      3.  Camat Sukanagara 1987-1990
      4.  Camat Cikalongkulon 1990-1993
      5. Kepala Bagian Sosial Setda Cianjur 1994-1998
      6. Asisten II Bidang Administrasi Pembangunan 1998-2001
      7. Kepala Bappeda Cianjur 2001-2005
      8. Asisten III Bidang Administrasi Pemerintahan 2005-2006

      Sementara itu riwayat pendidikan baik formal dan nonformal yang telah ditempuhnya sebagai berikut:

      A.Pendidikan Formal:
      1. SD Negeri Cianjur 1965
      2. SMP Negeri Cianjur 1968
      3. 3. SMA Negeri (Paspal) Cianjur 1971
      4. APDN Bandung 1977
      5. Institut Ilmu Pemerintahan Depdagri Jakarta 1985
      6. Program MM STIE-IPWI Jakarta 1998
       B.Diklat Struktural:
      1. SUSPIMPEMDAGRI Ang. I Secapa AD Bandung 1989
      2. SPADYA Diklat Propinsi Jawa Barat Bandung 1994
      3. SPAMEN LAN-RI Jakarta 2002

      C. Diklat-diklat lain:
      1. Penataran Norma Pemeriksaan Bagi Petugas Itwil Kab Cianjur
      2. Penataran Pemantapan UDKP
      3. Pelatihan Pelembagaan Pemantauan Wilaya h
      4. Diklat Reinverting Government management
      5. Manajemen Sektor Ekonomi Strategis
      6. Penyegaran Ketenagakerjaan LK Tripartit
      Dengan berbekal ilmu pengetahuan yang dimilikinya tidak heran jika Drs. Tjetjep Muchtar Soleh MM ikut aktif dalam organisasi-organisasi seperti:
      1. ICMI Cianjur (Wakil Ketua)
      2. PMI Cianjur (Wakil Ketua)
      3. IPHI Cianjur (Wakil Ketua)
      4. Dewan Mesjid Indonesia Cianjur (Penasehat)
      5. MUI Cianjur (Wakil Ketua Bidang Organisasi)
      6. BAZIS Cianjur (Wakil Ketua)
      7. Yayasan Kanker Indonesia (Wakil Ketua)
      8. Yayasan Rereongan Bersemi (Wakil Ketua)

      Berbagai aktifitasnya yang begitu padat menunjukkan kepiawaian beliau sehingga, tidak heran jika beliau meraih penghargaan Medali Perjuangan 45 pada tahun 1990. 
      06:29 | 0 komentar | Read More

      Kabupaten Cianjur

      Berdasarkan situs resmi kabupaten Cianjur, Kabupaten Cianjur memiliki filosofi yang sangat dalam, yakni ngaos, mamaos dan maenpo yang mengingatkan tentang 3 (tiga) aspek keparipurnaan hidup.
      • Ngaos adalah tradisi mengaji yang mewarnai suasana dan nuansa Cianjur dengan masyarakat yang dilekati dengan ke beragamaan. Citra sebagai daerah agamis ini konon sudah terintis sejak Cianjur ada dari ketiadan yakni sekitar tahun 1677 dimana tatar Cianjur ini dibangun oleh para ulama dan santri tempo dulu yang gencar mengembangkan syiar Islam. Itulah sebabnya Cianjur juga sempat mendapat julukan gudang santri dan kyai. Bila di tengok sekilas sejarah perjuangan di tatar Cianjur jauh sebelum masa perang kemerdekaan, bahwa kekuatan-kekuatan perjuangan kemerdekaan pada masa itu tumbuh dan bergolak pula di pondok-pondok pesantren. Banyak pejuang-pejuang yang meminta restu para kyai sebelum berangkat ke medan perang. Mereka baru merasakan lengkap dan percaya diri berangkat ke medan juang setelah mendapat restu para kyai. 
      • Mamaos adalah seni budaya yang menggambarkan kehalusan budi dan rasa menjadi perekat persaudaraan dan kekeluargaan dalam tata pergaulan hidup. Seni mamaos tembang sunda Cianjuran lahir dari hasil cipta, rasa dan karsa Bupati Cianjur R. Aria Adipati Kusumahningrat yang dikenal dengan sebutan Dalem Pancaniti. Ia menjadi pupuhu (pemimpin) tatar Cianjur sekitar tahun 1834-1862. Seni mamaos ini terdiri dari alat kecapi indung (Kecapi besar dan Kecapi rincik (kecapi kecil) serta sebuah suling yang mengiringi panembanan atau juru. Pada umumnya syair mamaos ini lebih banyak mengungkapkan puji-pujian akan kebesaran Tuhan dengan segala hasil ciptaanNya. 
      • Sedangkan Maen Po adalah seni diri pencak silat yang menggambarkan keterampilan dan ketangguhan. Pencipta dan penyebar maen po ini adalah R. Djadjaperbata atau dikenal dengan nama R. H. Ibrahim aliran ini mempunyai ciri permainan rasa yaitu sensitivitas atau kepekaan yang mampu membaca segala gerak lawan ketika anggota badan saling bersentuhan. Dalam maenpo dikenal ilmu Liliwatan (penghindaran) dan Peupeuhan (pukulan).
       Apabila filosofi tersebut diresapi, pada hakekatnya merupakan symbol rasa keber-agama-an, kebudayaan dan kerja keras. Dengan keber-agama-an sasaran yang ingin dicapai adalah terciptanya keimanan dan ketaqwaan masyarakat melalui pembangunan akhlak yang mulia. Dengan kebudayaan, masyarakat cianjur ingin mempertahankan keberadaannya sebagai masyarakat yang berbudaya, memiliki adab, tatakrama dan sopan santun dalam tata pergaulan hidup. Dengan kerja keras sebagai implementasi dari filosofi maenpo, masyarakat Cianjur selalu menunjukan semangat keberdayaan yang tinggi dalam meningkatkan mutu kehidupan. Liliwatan, tidak semata-mata permainan beladiri dalam pencak silat, tetapi juga ditafsirkan sebagai sikap untuk menghindarkan diri dari perbuatan yang maksiat. Sedangkan peupeuhan atau pukulan ditafsirkan sebagai kekuatan didalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
      Sedangkan visi pembangunan Kabupaten Cianjur untuk kurun waktu 5 tahun dari tahun 2006 sampai 2011 adalah Terwujudnya Kabupaten Cianjur lebih cerdas, sehat, sejahtera dan berakhlaqul karimah.

      Baca selengkapnya tentang:
      18:29 | 0 komentar | Read More

      Profi Himpunan Mahasiswa Cianjur

      HIMAT adalah organisasi kemahasiswaan primordial yang berdiri pada tanggal 24 Juni 1962 di Kab. Cianjur, oleh sekelompok mahasiswa Cianjur . Tujuan dari didirikannya oganisasi tersebut adalah untuk membina tali silaturahmi antar mahasiswa Cianjur terutama yang berkedudukan di luar cianjur, sehingga mereka dapat turut berperan secara proaktif dalam membangun daerah (Cianjur) dan nasional terutama dalam bidang-bidang yang erat kaitannya dengan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
      Secara struktural, HIMAT dibagi dalam dua, cabang dan pusat. cabang tersebar dibeberapa kota besar seperti Bandung, Bogor, Jakarta dan Jogjakarta. Sementara Pusat berkedudukan di cianjur.
      Email:
      sal_kasep@yahoo.com(Koordinator Facebook Himat)

      Office:
      Cianjur

      Location:
      Jl.siliwangi Gg.Apel I no 116 Cikaret Cianjur
      Cianjur, Indonesia
      04:00 | 3 komentar | Read More